Blog Motivasi Bisnis Inspirasi

Blog Motivasi Bisnis Inspirasi

Don't Judge a Book by It's Cover



Kita pasti sudah sering mendengar istilah "Don't Judge a Book by it's Cover" yang artinya jangan menilai orang dari penampilan luarnya. Kita seringkali tertipu, mungkin karena mindset yang telah tertanam dalam pikiran. Melihat orang yang penampilannya "wah", mobil mentereng, kemana-mana bawa gadget mahal, tidak lupa juga jam tangan mewah, kalau berjalan suara sepatunya saja bisa terdengar dari jarak 1 kilometer #lebay. Kita mengiranya orang-orang ini kaya, pasti juragan besar nih. Eh, tidak tahunya cuma supir hehe.. memang tidak semuanya kok, sobat, #positif thinking.

Kemudian ada yang bajunya sederhana saja, kalau dilihat setiap ketemu kok pakaiannya itu-itu saja. Mungkin terbersit pikiran, "Ini orang gak kebeli baju apa ya?". Ke mana-mana cuma pakai sandal jepit atau sepatu yang sudah lusuh. Jangankan pakai parfum, rambut saja seperti tidak pernah ketemu sisir. Tapi jangan kaget sobat, ternyata ini bos yang asli. Ini justru juragannya, hehe.. Anda tertipu!

Mungkin kita acapkali menilai orang hanya dari penampilan luarnya. Lebih parahnya itu mempengaruhi cara kita memperlakukan mereka. Menyedihkan sekali, rasa menghormati dan menghargai berkurang lantaran seseorang misalnya hanya terlihat seperti orang yang tidak punya. Banyak sekali cerita, entah apa ya nyebutnya, miris, sedih, tapi juga bisa dibilang lucu. Mungkin kita akan bilang "biar tahu rasa tuh orang, makanya jangan lihat orang dari penampilannya saja". Beberapa cerita berikut mudah-mudahan mencerahkan.

Tahu Om Bob Sadino? Ya iyalah pasti tahu. Pengusaha legendaris pemilik Kemchicks dan Kemfood ini terkenal dengan penampilan yang sederhana bahkan kelewat sederhana bahkan dikira tukang sampah. Berikut ini ceritanya yang sudah beredar dibanyak blog yang katanya merupakan kisah nyata yang pernah dialami sendiri oleh Om Bob. Mungkin sobat sebagian sudah tahu ceritanya.

Pada suatu pagi yang cerah, terlihat seorang wanita berumur kira-kira 40 tahunan memasuki area perkantoran sebuah perusahaan yang amat terkenal sambil menggandeng anak laki-lakinya yang masih kecil. Karena saat itu masih pagi dan suasana perkantoran juga masih sepi, maka wanita ini pun memutuskan untuk sarapan dan duduk di taman yang terletak di samping gedung. Setelah selesai menghabiskan sarapannya, wanita ini membuang tisu sembarangan. Nah, tidak jauh dari situ, ada seorang kakek yang akaian sederhana sedang menggunting dan merapikan dahan-dahan pohon. Melihat wanita tadi membuang tisu sembarangan, kakek tadi pun memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah. Namun kemudian, wanita tadi kembali mengulanginya. Ia kembali membuang tisu sembarangan, namun sang kakek tadi dengan sabar kembali memungutnya.

Sambil menunjuk kakek tadi, wanita tersebut berkata pada anaknya dengan lantang, "Nak, kamu lihat, jika tidak sekolah dengan benar maka masa depanmu cuma akan seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia!". Kakek tadi pun mengahmpiri wanita tersebut, ia pun bertanya, "Permisi, ini taman pribadi, bagaimana anda bisa masuk ke sini?" tanya sang kakek. Kemudian wanita tersebut menjawab dengan angkuh, "Aku adalah calon manager yang dipanggil perusahaan ini".

Sejurus kemudian datanglah seorang pria yang menghampiri kakek tadi dengan hormat, "Pak Presdir, hanya mau mengingatkan, rapat sebentar lagi akan segera dimulai". Sang kakek tadi mengangguk dan berkata pada pria tadi, "Manager, tolong wanita ini saya usulkan tidak cocok mengisi posisi apa pun di perusahaan ini". Sambil melirik ke arah wanita tadi, sang manajer menjawab cepat, "Baik Pak Presdir, kami akan mengatur sesuai perintah Bapak".

Kemudian sebelum beranjak pergi, sang kakek menghampiri anak kecil tadi dan berkata, "Nak, di dunia ini yang penting belajar untuk menghormati orang lain siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah". Sang wanita tadi tertunduk malu. Siapa kakek tadi? Ya, dia adalah Bob Sadino presiden direktur perusahaan tersebut.

Kisah lain dan baru-baru ini cukup menghebohkan netizen datang dari Filipina. Hanya karena berpakaian sederhana, seorang pengusaha kaya yang memiliki bisnis restoran ini dicuekin saat mau beli mobil di suatu showroom mobil Isuzu di Kota Bacolod, Filipina. Pria bernama Reinhard Celis ini datang ke showroom mobil dengan pakaian yang jelek, ia pun bingung ketika memasuki showroom mobil tadi karena tidak ada satu pun karyawannya yang menghampiri dirinya. Ia bahkan sempat dimarahi oleh salah satu karyawan showroom tersebut. Mendapat perlakuan seperti itu, ia memutuskan pergi dari showroom tersebut. Kemudian ia menelepon bank dan memesan sebuah mobil Mitsubishi Strada. Tahu telah salah memperlakukan calon pelanggannya, pemilik dan karyawan showroom tadi pun merasa malu. Denger-denger mereka ramai dikritik oleh netizen.


Jangan pernah menilai orang hanya dari sisi luarnya saja, karena kita terkadang tidak tahu siapa orang yang kita hadapi itu sebenarnya. Karena percaya atau tidak kebanyakan orang yang benar-benar kaya justru penampilannya menipu, hehe.. Walaupun orang yang berpakaian sederhana yang kita temui dalam keseharian kita memang bukan orang yang mampu dalam hal materi misalnya, kita harus tetap menaruh hormat dan menghargai. Ingat pesan Om Bob, "Yang terpenting di dunia ini adalah menghormati siapa pun, entah jabatannya direktur atau tkang sampah sekalipun".

Semoga dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmahnya. Semoga tercerahkan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Don't Judge a Book by It's Cover"

Post a Comment